RISET BIODIESEL DI TEKNIK KIMIA UNPAM : PEMANFAATAN JELANTAH UNTUK ENERGI TERBARUKAN
Published on: 23 Jul 2025

Info akademik

Riset Biodiesel di Teknik Kimia Unpam : Pemanfaatan Jelantah untuk Energi Terbarukan
Teknik Kimia Universitas Pamulang (Unpam) terus mengembangkan riset-riset inovatif dalam bidang energi terbarukan. Salah satu fokus riset yang tengah dikembangkan adalah produksi biodiesel dari pengolahan jelantah. Biodiesel yang dihasilkan dari limbah minyak goreng bekas ini menjadi solusi yang sangat relevan dengan kebutuhan akan energi yang lebih ramah lingkungan serta pengelolaan limbah yang lebih efisien.
Biodiesel dari Pengolahan Jelantah
Jelantah, atau minyak goreng bekas, biasanya dianggap sebagai limbah yang mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. Namun, dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, jelantah dapat diolah menjadi biodiesel, sebuah bahan bakar nabati yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti diesel. Proses konversi minyak jelantah menjadi biodiesel tidak hanya mengurangi dampak lingkungan dari limbah minyak, tetapi juga memberikan sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa dalam Riset Biodiesel
Riset biodiesel di Teknik Kimia Unpam melibatkan kerjasama yang erat antara dosen dan mahasiswa. Dosen sebagai pembimbing utama memberikan arahan teoritis dan teknis mengenai proses transesterifikasi yang menjadi inti dari produksi biodiesel. Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa eksperimen dilakukan dengan prosedur yang benar dan menghasilkan data yang valid.
Di sisi lain, mahasiswa aktif terlibat dalam seluruh tahapan riset, mulai dari pengumpulan jelantah, proses eksperimen di laboratorium, hingga analisis hasil biodiesel yang dihasilkan. Mahasiswa juga berperan dalam melakukan kajian literatur untuk mendalami penelitian terdahulu, serta membantu dalam penyusunan laporan riset dan publikasi ilmiah. Dengan keterlibatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang teori teknik kimia, tetapi juga keterampilan praktis dalam dunia industri dan penelitian.
Proses Pengolahan Jelantah Menjadi Biodiesel
Proses utama dalam produksi biodiesel dari jelantah adalah transesterifikasi, yaitu reaksi kimia yang mengubah trigliserida (minyak) menjadi metil ester (biodiesel) dan gliserol sebagai produk sampingan. Proses ini melibatkan penggunaan metanol atau etanol dan katalis basa (seperti NaOH atau KOH). Sebelum dilakukan transesterifikasi, jelantah yang diperoleh harus dimurnikan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran dan air, yang dapat mengganggu proses reaksi.

Setelah proses transesterifikasi, biodiesel yang dihasilkan akan diuji kualitasnya melalui berbagai parameter, seperti viskositas, titik nyala, dan kandungan asam lemak bebas. Biodiesel yang memenuhi standar kualitas akan siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan diesel konvensional.
Manfaat Proyek Biodiesel
Proyek riset biodiesel dari jelantah di Teknik Kimia Unpam memiliki berbagai manfaat, baik dari sisi akademik, lingkungan, maupun ekonomi. Dari sisi akademik, proyek ini memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan teknologi energi terbarukan. Selain itu, proyek ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kelas dalam riset praktis yang berhubungan langsung dengan isu lingkungan dan energi.
Dari segi lingkungan, pengolahan jelantah menjadi biodiesel dapat mengurangi jumlah limbah minyak yang mencemari tanah dan air. Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.








